Jochen,
seorang pria, adalah kolega saya sewaktu kami dulu bekerja di Allianz Aken Life
Jakarta pada 1999. Ia seorang Jerman dan berasal dari Koeln. Dari dialah saya tahu
untuk pertama kalinya adanya variasi salam pembuka dalam sebuah surat. Dalam
suratnya ia menulis salam pembuka “Ihr lieben”. Saya heran. Itu adalah hal baru
untuk saya.
Yang saya
tahu salam pembuka adalah seperti contoh berikut:
1. Lieber
Rene
Deklinasi
adjektif untuk Rene benar: lieb + akhiran –er untuk maskulin, tunggal,
nominatif, tanpa kata sandang.
Adjektif
dalam Bahasa Jerman mengalami perubahan bentuk jika posisinya di depan kata
benda. Perubahan bisa bervariasi tergantung pada jenis kata benda (maskulin,
feminin, netral), kuantitas (tunggal atau jamak), kasus gramatika (nominatif,
akusatif, genitif, datif), kata sandang (dengan atau tanpa kata sandang).
Perubahan ini disebut deklinasi. Dalam hal ini jika adjektif tidak dideklinasi,
maka itu salah secara gramatika.
2. Liebe
Juita
Deklinasi
adjektif untuk Juita benar: lieb + akhiran –e untuk feminin, tunggal,
nominatif, tanpa kata sandang.
3. Liebe
Hotelgaeste
Deklinasi
adjektif untuk Hotelgaeste benar: lieb + akhiran –e untuk jamak, nominatif,
tanpa kata sandang.
“Ihr” merupakan
bentuk jamak, maka seharusnya mendapat deklinasi yang sama seperti Hotelgaeste,
jadi: Liebe ihr. Mengapa jadi Ihr lieben? Mengapa adjektif yang dideklinasi
terletak di belakang? Seharusnya di depan kata benda. Walau “ihr” bukan kata
benda, tapi aturannya tetap sama.